77 Tanya Jawab Shalat

77-tanya-jawab-shalat

Iklan

Menjaga persatuan dan menjauhi perpecahan

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang- orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. [QS. Ali ‘Imran :
103]

Dan tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantahbantahan,yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. [QS. Al-Anfaal : 46]

Maka bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan diantara sesamamu, dan tha’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu orang-orang yang beriman. [QS. Al-Anfal : 1]

Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka
damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [QS. AlHujurat:9]

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat. [QS. Al-Hujurat : 10]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum memperolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang memperolok-olokkan) dan jangan pula wanitawanita (memperolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita- wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang memperolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamupanggil-memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk  panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dhalim. [QS. 3 Al-Hujurat : 11]

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mempergunjingkan sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS. Al-Hujurat : 12]

Dari Abu Musa, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin dengan mukmin lainnya adalah seperti satu bangunan yang sebagiannya dengan bagian yang lain saling menguatkan” [HR. Muslim juz 4, hal. 1999]

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang, cinta-mencintai, serta memadu kasih ibarat satu tubuh, apabila ada anggota badan yang sakit maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit, dengan tidak bisa tidur dan demam”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1999]

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Orang orang muslim itu ibarat satu orang, jika matanya sakit, maka seluruh badannya ikut merasakan sakit. Dan bila kepalanya sakit, maka seluruh tubuhnya ikut merasa sakit pula”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2000]

Dari Anas, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Tidak beriman seseorang diantara kalian, sehingga dia cinta untuk saudaranya sebagaimana dia cinta 5 untuk dirinya sendiri”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 9]

Dari Abu Ayyub Al-Anshariy, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih tiga hari. (Apabila) keduanya bertemu, yang ini berpaling dan yang itu berpaling. Dan sebaik-baik dari keduanya itu ialah orang yang memulai mengucapkan salam”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1984]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Jauhkanlah diri kalian dari berprasangka (buruk), karena prasangka (buruk) itu adalah sedusta-dusta perkataan (hati), janganlah kalian mendengar-dengarkan (pembicaraan orang lain) dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain, janganlah kalian bersaing yang tidak sehat, janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling membenci dan janganlah saling membelakangi. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1985]

Dari Salim dari ayahnya, ia berkata : Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Orang Islam itu saudaranya orang Islam yang lain, maka tidak boleh ia menganiayanya dan tidak boleh membiarkannya (dengan tidak mau menolongnya). Barangsiapa yang menolong kebutuhan saudaranya, maka Allah akan menolong kebutuhannya. Dan barangsiapa yang meringankan satu kesusahan orang muslim, Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari qiyamat. Dan barangsiapa yang menutup aib (cela) orang Islam, maka Allah akan menutup aib (cela)nya besok pada hari qiyamat”. [HR. Muslim juz 4, hal. 1996]

Dari Ibnu ‘Umar, bahwasanya ia mendengar Nabi SAW bersabda, “Janganlah sepeninggalku nanti kalian kembali kepada kekafiran, (yakni) sebagian kalian memenggal leher sebagian yang lain”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 91]

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengangkat senjata untuk memerangi kami, maka ia tidak termasuk golongan kami”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 90]

Dari Abu Bakrah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dua orang muslim saling berhadapan dengan menghunus pedang masing-masing, maka orang yang membunuh dan yang di bunuh di neraka”. [HR.Muslim juz 4, hal. 2214]

Dari Al-Ahnaf bin Qais, ia berkata, “Aku keluar ingin menolong orang lakilaki ini”. Lalu Abu Bakrah menemuiku dan bertanya, “Akan kemana engkau wahai Ahnaf ?”. Perawi mengatakan : (Ahnaf berkata), “Aku akan membantu anak paman Rasulullah SAW, yakni ‘Ali”. Ahnaf mengatakan : Abu Bakrah berkata kepadaku : Hai Ahnaf, kembalilah, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Apabila dua orang muslim berhadapan dengan menghunus pedang, maka orang yang membunuh dan  yang dibunuh di dalam neraka”. Perawi berkata : Aku (Ahnaf) bertanya, atau ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, ini bagi yang membunuh (sudah jelas), lalu bagaimana yang dibunuh ?”. Beliau bersabda, “Sesungguhnya dia juga ingin membunuh saudaranya”. [HR. Muslim juz 4, hal. 2213]

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang muslim itu orang yang mana orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.  Dan orang yang berhijrah itu ialah orang yang berhijrah dari apa yang Allah melarang dari padanya”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 8]

Abdullah (bin Mas’ud) berkata : Nabi SAW bersabda, “Mencaci orang Islam itu merupakan kefasiqan, dan membunuhnya merupakan kekafiran”. [HR. Bukhari juz 8, hal. 91]

Hancurnya suatu bangsa karena tidak tegaknya Hukum

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat)
kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya
adzab-Ku sangat pedih. [QS. Ibrahim : 7]

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri
yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya
melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari
ni’mat-ni’mat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian
kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.
[QS. An-Nahl : 112]

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah
perbuatan keji termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatanperbuatan

itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya
syaithan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian
diantara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi
kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari
mengerjakan pekerjaan itu). [QS. Al-Maidah : 90-91]

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk. [QS. Al-Israa’ : 32]

Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami
perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya
mentha’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu,
maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan
Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. [QS. AlIsraa’
: 16]

Dari Anas, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya
sebagian dari tanda-tanda kehancuran adalah dicabutnya ilmu (agama),
ditetapkannya kebodohan, diminumnya khamr dan merajalelanya
perzinaan”. [HR. Bukhari juz 1 hal. 28]

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah
SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu langsung
dari orang-orang, tetapi Allah akan mencabut ilmu dengan meninggalnya
para ulama, sehingga apabila telah habis orang-orang yang ‘alim, orang-
orang akan mengangkat orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin
mereka. Kemudian apabila mereka ditanya sesuatu akan memberikan
fatwanya tidak berdasarkan ilmu, maka mereka itu sesat dan
menyesatkan”ini bagi Muslim]

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang
selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong
kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat
kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-Maaidah : 8]

dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa
yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak
memalingkan kamu dari sebagian apa yang telah diturunkan Allah
kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah),
maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan
menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa
mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang
yang fasiq. (49)
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah
yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yaqin? (50)
[QS. Al-Maaidah : 49-50]

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. [QS. Al-Maaidah : 44]

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang dhalim. [QS. Al-Maaidah :45]

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan
Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasiq. [QS. Al-Maaidah :
47]

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Sesungguhnya orang-orang Quraisy disibukkan
oleh kejadian seorang wanita Makhzumiyah yang mencuri. Mereka berkata,
“Siapa orang yang berani menyampaikan masalah itu kepada Rasulullah
SAW (agar mendapat keringanan hukuman )?”. Lalu diantara mereka ada
yang berkata, “Siapa lagi yang berani menyampaikan hal itu kepada beliau
kecuali Usamah kecintaan Rasulullah SAW ?”. Lalu Usamah
menyampaikan hal itu kepada beliau. Maka Rasulullah SAW bersabda
kepada Usamah, “Apakah kamu akan membela orang yang melanggar
hukum dari hukum-hukum Allah ?”. Kemudian beliau berdiri dan
berkhutbah. Beliau bersabda, “Hai para manusia, sesungguhnya yang
menyebabkan hancurnya orang-orang sebelum kalian, bahwasanya
mereka itu apabila orang terhormat di kalangan mereka yang mencuri,
mereka membiarkannya, tetapi jika orang lemah diantara mereka yang
mencuri, mereka menghukumnya. Demi Allah, seandainya Fathimah binti
Muhammad mencuri, pasti aku potong tangannya”. [HR. Muslim juz 3, hal.
1315].

Dari ‘Aisyah, ia berkata : Ada seorang wanita Makhzumiyah yang
meminjam perhiasan dengan perantaraan orang-orang yang sudah
dikenal, sedang ia tidak dikenal. Tetapi kemudian ia menjual perhiasan
tersebut dan mengambil hasil penjualannya. Kemudian ia dihadapkan
kepada Rasulullah SAW. Kemudian keluarganya meminta Usamah bin Zaid
(agar memintakan keringanan kepada beliau). Setelah Usamah
menyampaikan hal itu kepada Rasulullah SAW, maka wajah Rasulullah
SAW memerah, lalu beliau bersabda kepada Usamah, “Apakah kamu akan
minta tolong kepadaku untuk membela orang yang melanggar hukum dari hukum-hukum Allah ?”. Usamah berkata, “Mohonkanlah ampunan untukku,
ya Rasulullah”. Kemudian pada sore itu beliau berdiri dan berkhutbah.
Setelah beliau memanjatkan puji syukur kepada Allah ‘Azza wa Jalla,
kemudian beliau bersabda, “Ammaa ba’du, sesungguhnya hancurnya
orang-orang sebelum kalian, disebabkan mereka itu apabila yang mencuri
dari orang yang terhormat di kalangan mereka, maka mereka
membiarkannya, tetapi apabila yang mencuri itu dari orang yang lemah
diantara mereka, maka mereka menghukumnya. Demi Allah yang jiwa
Muhammad berada di tangan-Nya, seandainya Fathimah binti Muhammad
mencuri, pasti aku potong tangannya”. Kemudian beliau memotong tangan
wanita tersebut”. [HR. Nasaiy juz 8, hal. 73]

Dari Ummu Salamah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya kalian mengadukan perselisihan kepadaku, barangkali
sebagian kalian lebih pintar berhujjah (beralasan) dari pada sebagian yang
lain, lalu aku memberikan keputusan kepadanya berdasarkan apa yang aku
dengar darinya. Maka barangsiapa yang aku beri sepotong dari haq
saudaranya, janganlah ia mengambilnya, karena berarti aku memberinya
sepotong api neraka”. [HR Muslim juz 3, hal. 1337]

Hakim itu ada 3 macam. Yang satu hakim di surga dan yang dua di neraka.
1. Hakim yang mengetahui kebenaran, dan dia membuat keputusan
dengan benar (dengan adil), maka dia di surga.
2. Hakim yang mengetahui kebenaran, tetapi dia membuat keputusan
dengan curang (tidak adil), maka dia di neraka.
3. Hakim yang membuat keputusan dengan kebodohan (tidak mengetahui
yang benar, sehingga membuat keputusan dengan ngawur), maka dia di
neraka. [HR. Abu Dawud 3 : 299, no. 2573]

Dari Abu Sa’id, ia berkata : Saya pernah mendengar Rasulullah SAW
bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang melihat kemungkaran, maka
hendaklah ia merobahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu maka
(hendaklah merobah) dengan lesannya. Dan jika ia tidak mampu, maka
dengan hatinya. Dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman”. [HR.
Muslim juz 1, hal. 69]

Dari Hudzaifah bin Yaman dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Demi Allah
yang jiwaku ada ditangan-Nya. Sungguh kamu sekalian akan menyuruh
kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar atau (kalau tidak)
pasti Allah akan menurunkan siksa kepada kalian, kemudian kalian berdo’a
kepada Allah, tetapi Dia tidak mengabulkan di’a kalian”. [HR. Tirmidzi juz 3,
hal. 316, no. 2169, dan ia berkata : Ini hadits hasan]

Dari ’Ubaidillah bin Jarir dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW
bersabda, “Tidaklah dalam suatu kaum yang di dalamnya dilakukan
kema’shiyatan- kema’shiyatan, lalu ada orang-orang yang mampu untuk
melawan dan mencegahnya, tetapi mereka tidak mau merubahnya,
melainkan Allah akan meratakan siksa kepada mereka”. [HR. Ibnu Majah
juz 2, hal. 1329]

Tidaklah suatu qaum yang di tengah-tengah mereka dilakukan
kema’shiyatan-kema’shiyatan, sedangkan mereka mampu mencegahnya,
tetapi tidak mau mencegahnya, melainkan Allah akan menimpakan adzab
secara merata kepada mereka. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 122, no. 4328]

Dari Nu’man bin Basyir RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda,
“Perumpamaan orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang
yang tidak menthaatinya, adalah seperti perumpamaan orang-orang yang
sama-sama naik dalam sebuah perahu, sebagian mereka ada yang di
bagian atas, dan sebagian yang lain berada di bawah. Mereka yang berada
di bawah apabila memerlukan air, ia mesti melewati orang-orang yang di
atas. Lalu mereka berpikir, “Seandainya kami melubangi di tempat kami ini,
tentu kami tidak mengganggu orang-orang yang di atas kami”. Kalau
mereka membiarkan kehendak orang-orang yang di bawah itu, niscaya
mereka binasa semuanya. Tetapi jika mereka mencegah kehendak orang-
orang yang di bawah itu, maka orang-orang yang di bawah itu akan
selamat, dan selamatlah semuanya”. [HR. Bukhari juz 3, hal. 111]

Kamu sekalian adalah pemimpin dan kamu akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Imam adalah pemimpin dan akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Orang laki-laki (suami) adalah pemimpin dalam
keluarganya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Istri adalah
pemimpin dalam rumah tangga suaminya dan akan ditanya tentang
kepemimpinannya. Pelayan adalah pemimpin dalam menjaga harta
tuannya dan akan ditanya tentang kepemimpinannya. Dan masing-masing
dari kamu sekalian adalah pemimpin dan akan ditanya tentang
kepemimpinannya. [HR. Bukhari dari Ibnu ‘Umar, juz 1, hal. 215]
Demikian, semoga Allah SWT menuntun kita ke jalan yang  benar, dan
ٍsemoga Allah mengampuni kita, aamiin.

Berdoa untuk keluarga

Orang tua terhadap anak-anak dan keluarganya hendaklah mengasihani
mereka, bukan hanya dengan harta dan pendidikan saja, tetapi juga dengan
doa untuk kebaikan mereka. Diantara doa-doa itu ialah :

Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan
kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. [QS. Al-Furqaan : 74]

Google Fiber On “Pause” As Company Cuts Staff And Unit CEO Steps Aside — Deadline

Google Fiber was a great idea while it lasted. But the search giant now is laying off staff as it says, in a blog post, that it will “pause” its effort to add 10 cities to the eight that have the super-fast broadband service and four where it’s committed to proceed. Craig Barratt, who’s CEO of Access — the unit…

melalui Google Fiber On “Pause” As Company Cuts Staff And Unit CEO Steps Aside — Deadline